“Saya mungkin merasa stuck, tetapi saya percaya Tuhan tetap bekerja, menolong, dan memimpin saya.”
Yesaya Panggabean — Jakarta
Saya adalah seorang alumni kampus teologi di Indonesia. Saya pertama kali mengenal Young Disciples (YD) melalui Pastor saya. Pada waktu itu, saya belum terlalu memahami seperti apa pelayanan YD dan bagaimana Tuhan akan membawa saya melalui pelayanan ini.
Kemudian, puji Tuhan, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi leader YD Indonesia. Saya bersyukur atas kesempatan tersebut, tetapi pada saat yang sama saya juga merasa takut dan tidak yakin dengan kemampuan saya. Saya bertanya-tanya dalam hati, “Apakah saya benar-benar mampu melakukan pelayanan ini?”
Di awal saya menjadi bagian dari YD, salah satu pergumulan terbesar saya adalah saya belum memiliki Bible Student. Saya merasa tidak mampu karena saya berpikir bahwa seorang leader seharusnya sudah memiliki Bible Student dan dapat melihat perkembangan dalam penginjilan. Saya ingin melayani Tuhan, tetapi saya tidak tahu harus mulai dari mana.
Ada kalanya saya merasa kecewa kepada diri sendiri. Saya melihat pelayanan orang lain berkembang, sementara saya merasa seperti berjalan di tempat. Dalam penginjilan pun terkadang saya merasa stuck. Saya sudah mencoba berbagai hal, tetapi sepertinya tidak ada perkembangan yang berarti.
Namun, di tengah keadaan itu, Tuhan perlahan-lahan mengajarkan saya sesuatu: pelayanan bukan bergantung pada kemampuan saya, tetapi pada Tuhan yang memimpin dan menyertai saya.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai melihat bagaimana Tuhan bekerja. Puji Tuhan, Tuhan mempertemukan saya dengan beberapa orang yang kemudian menjadi Bible Student. Saya menyadari bahwa apa yang pada awalnya saya pikir tidak mungkin, ternyata Tuhan dapat buka jalannya pada waktu-Nya.
Pengalaman itu membuat saya belajar bahwa saya tidak harus memiliki semua jawaban dan tidak harus merasa mampu terlebih dahulu untuk melayani Tuhan. Yang Tuhan minta dari saya adalah kesediaan untuk dipakai dan kesetiaan untuk terus berjalan bersama-Nya.
Sampai hari ini, saya masih mengalami pergumulan dalam penginjilan. Masih ada saat-saat ketika saya merasa stuck dan bertanya-tanya mengapa belum ada perkembangan seperti yang saya harapkan. Tetapi sekarang saya belajar untuk tidak hanya melihat hasil yang ada di depan mata.
Saya belajar untuk percaya bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika saya tidak dapat melihatnya.
Saya juga belajar bahwa keberhasilan dalam pelayanan bukan hanya tentang berapa banyak Bible Student yang saya miliki atau seberapa besar perkembangan yang dapat saya lihat. Setiap kesempatan untuk berbicara dengan seseorang, membuka Alkitab bersama, mendengarkan pergumulan seseorang, atau membagikan kasih Kristus adalah kesempatan yang Tuhan berikan.
Saya masih belajar. Saya masih memiliki banyak kelemahan. Saya masih sering merasa tidak mampu. Tetapi ketika melihat kembali perjalanan saya sejak pertama kali menjadi bagian dari YD, saya dapat melihat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya.
Tuhan telah memimpin saya sedikit demi sedikit, dan saya percaya Dia akan terus memimpin saya.
Karena itu, meskipun terkadang saya merasa stuck dalam pelayanan, saya ingin terus melangkah, terus belajar, terus memberitakan Injil, dan terus percaya kepada Tuhan.
Saya mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi saya tahu satu hal: Tuhan yang telah menolong saya sampai hari ini akan tetap menyertai saya dalam perjalanan selanjutnya.


